Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), raptor unik Indonesia...

3 comments

Jumlah jenis burung pemangsa (diurnal raptor) di Indonesia diperkirakan sekitar 70 jenis (tidak termasuk burung hantu), namun ada satu jenis yang memiliki keunikan morphology yaitu jenis Elang Brontok/Changeable Hawkeagle nama ilmiahnya Spizaetus cirrhatus
Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) di Indonesia memiliki 5 sub species :
  • Spizaetus cirrhatus limnaetus, tersebar di Sumatra,Jawa dan Kalimantan
  • Spizaetus cirrhatus cirrhatus, tersebar di Sumatra dan Kalimantan (sedikit jumlahnya) serta banyak juga di India
  • Spizaetus cirrhatus floris, hanya ada di Flores
  • Spizaetus cirrhatus varhauni,tersebar di pulau-pulau kecil (remote island) di Sumatera
  • Spizaetus cirrhatus andamanensis, hanya ada di kepulauan Andaman
Nah…dari 5 sub species ini, yang “aneh” hanya Spizaetus cirrhatus limnaetus. Keanehannya karena memiliki 3 bentuk tubuh (morfologi) yaitu dark morph, intermediet morph dan light morph….

Penyebab keanehannya itu sampai saat ini masih menjadi perdebatan dikalangan Ornithologist (ahli burung) di Indonesia maupun di luar negeri….

Ada yang menyebutkan perbedaan bentuk disebabkan karena perbedaan genetik dan variasi bentuk saja…ada juga yang menyebutkan karena pengaruh kondisi geografis lokasi penyebaran, ketersediaan hutan dan mangsa…

Namun penyebab jelasnya, belum ada yang berani memastikannya…


Wisata Ekologis, Ekowisata dan Ecotourism...

4 comments


Pariwisata telah menjadi salah satu kegiatan ekonomi global terbesar dan menjadi industri sipil yang terpenting di dunia. Hampir 10% jumlah pekerja dunia, bekerja di sektor pariwisata dan tidak kurang dari 11% GDP seluruh dunia juga berasal dari sektor ini. Di Indonesia, pariwisata juga telah memberikan kontribusi yang besar terhadap devisa negara. Namun seiring dengan perkembangannya, pariwisata yang dikembangkan di negara-negara berkembang telah menjadi sorotan para pemerhati lingkungan karena dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut cukup memprihatinkan. Meskipun pariwisata merupakan usaha yang sangat menguntungkan namun jika dilakukan secara massal (Mass Tourism), dapat menimbulkan dampak negatif sebagai akibat kunjungan yang terlalu berlebihan.

Wisata Ekologis sebagai alternatif pengelolaan pariwisata "ramah lingkungan"

Dalam model ecotourism atau wisata ekologis, kegiatan pariwisata dikembangkan sebagai sebuah perjalanan (wisata) bertanggung jawab ke wilayah-wilayah alam, yang melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat (Western dalam Lindberg & Hawkins, 1993). Sedangkan menurut World Tourism Organization (WTO) dan United Nation Ecotourism Program (UNEP), wisata ekologis setidaknya harus melingkupi, tidak hanya memberi perhatian pada alam, tetapi juga pada penduduk asli dan kultur umumnya di wilayah itu sebagai bagian dari pengalaman menarik para pengunjung (wisatawan). Wisata Ekologis memiliki muatan pendidikan dan interpretasi sebagai bagian yang ditawarkan pada wisatawan.
Wisata ekologis setidaknya harus melingkupi, tidak hanya memberi perhatian pada alam, tetapi juga pada penduduk asli dan kultur umumnya di wilayah itu sebagai bagian dari pengalaman menarik para pengunjung (wisatawan)
Secara umum, wisata ekologis harus dikembangkan secara partisipatif misalnya dikelola oleh kelompok kecil, dengan usaha kecil yang di kelola masyarakat setempat.

Dengan demikian wisata ekologis sebenarnya berupaya mengembangkan sumber-sumber lokal dan peluang kerja lokal menjadi potensi-potensi wisata dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat serta sekaligus meningkatkan p
erhatian penduduk lokal dan pengunjung pada pelestarian alam. Selain itu, wisata ekologis ditujukan untuk mengurangi pengaruh negatif pada alam dan sosial budaya masyarakat setempat serta mendukung perlindungan dan pelestarian alam dengan memberikan manfaat (benefit) dari pengelolaan alam tersebut.

Saat ini, perubahan pola pengelolaan wisata massal menuju pengelolaan wisata ekologis mendesak untuk segera didorong. Namun perubahan dan pengembangnya masih memerlukan proses dan waktu. Dukungan kebijakan pariwisata, peningkatan kapasitas teknis masyarakat untuk mengelola wisata, memperkuat jaringan ekowisata, dan pemasaran produk wisata menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan.


Komposisi di dalam Fotografi

0 comments

Komposisi adalah susunan objek foto secara keseluruhan pada bidang gambar sehingga objek menjadi pusat perhatian (POI=Point of Interest). Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun "mood" suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek. Berbicara komposisi, selalu terkait dengan kepekaan dan "rasa" (sense). Untuk itu sangat diperlukan upaya untuk melatih kepekaan kita agar dapat memotret dengan komposisi yang baik. Dibawah ini merupakan panduan umum yang sangat sederhana dan biasa dipakai untuk menghasilkan komposisi sebuah foto yang baik. Kita juga dapat mulai belajar dan mengasah kepekaan dengan mengikuti panduan di bawah ini.

Rule of thirds. (Sepertiga Bagian)

Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang Umum dilakukan dimana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto.


Sudut Pemotretan (Angle of View)

Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu jika kita mendapatkan satu moment dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik, jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, samping sampai kepada sudut yang ekstrim.

Komposisi pola garis Diagonal, Horizontal, Vertikal, Curve.

Didalam pemotretan Nature, pola garis juga menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat objek foto. Pola garis ini dibangun dari perpaduan elemen-elemen lain yang ada didalam suatu foto. Misalnya pohon,ranting, daun, garis cakrawala, gunung, jalan, garis atap rumah dan lain-lain.. Elemen-elemen yang membentuk pola garis ini sebaiknya diletakkan di sepertiga bagian bidang foto. Pola Garis ini dapat membuat komposisi foto menjadi lebih seimbang dinamis dan tidak kaku.


Background (BG) dan Foreground (FG)

Latar belakang dan latar depan adalah benda-benda yang berada di belakang atau didepan objek inti dari suatu foto. Idealnya BG dan FG ini merupakan pendukung untuk memperkuat kesan dan fokus perhatian mata kepada objek. Selain itu juga "mood" suatu foto juga ditentukan dari unsur-unsur yang ada pada BG atau FG. BG dan FG, seharusnya tidak lebih dominan (terlalu mencolok) daripada objek intinya. Salah satu caranya adalah dengan mengaburkan (Blur) BG dan FG melalui pengaturan diafragma.

Link Reference Lainnya:

Selamat mencoba...

Cheers

Thomas Feri


Cara Cepat Membuat Efek Soft di Photoshop 7

0 comments

Langkah-langkah membuat efek soft secara cepat di PS 6&7, hanya menggunakan tools layer, curve dan menambahkan filter gaussian blur... Langkah-langkah:
  1. Buka aplikasi photoshop --> Buka file yang diingin di garap. Sebagai contoh kita akan coba menggunakan gambar 1 sebagai gambar dasarnya.
  2. Pada jendela layer, ubah background layer menjadi layer dengan melakukan klik 2 kali pada thumbnail layer nya dan pada kolom Name beri nama layer 1. Keterangan mengenai control Photoshop lihat Gambar 2.
  3. Klik kanan pada layer 1--> pilih duplicate layer dan beri nama layer 2.
  4. Setelah itu, nonaktifkan layer 2 dengan mengklik indicates layer visibility (gambar mata dikiri layer) dan kembali lagi layer 1 diaktifkan.
  5. Pilih menu Image--> pilih adjust --> pilih Curve.
  6. Kemudian pada channel RGB, masukkan angka 90 pada kolom input dan 160 pada kolom output, atau dapat diatur sesuai selera. Klik OK.
  7. Masih di layer 1, pilih menu Filter--> Blur --> Gaussian Blur
  8. Pada jendela Gaussian Blur, atur Radiusnya menjadi 3.0 pixels dengan menggeser panel yang ada tersebut. Klik OK.
  9. Aktifkan Layer 2--> pada jendela Layer tsb atur Opacity menjadi 65% atau sesuai selera dengan menggeser panel opacity.
  10. Untuk menggabungkan dua layer tsb, pilih menu Layer--> Faltten image.
  11. selesai. Lihat Gambar 3 sebagai hasil akhirnya...
Sebenarnya langkah-langkah ini merupakan cara membuat efek soft dengan PS mendekati hasil efek filter soft lensa yang sebenarnya...

Cheers

Thomas Feri




234 Blog Lingkungan Indonesia

0 comments


He..he...he...

Ternyata Blog saya ini masuk ke dalam 234 Blog Lingkungan Indonesia hasil riset dari mas Djuni moderator Mailinglist Lingkungan...

Tidak diduga, tidak dinyana....padahal artikel yang kejaring hanya berisi foto dan tulisan pendek tentang Jakarta...
Tapi lumayanlah untuk blog baru ini... :)


About Me

  • I'm Thomas Oni Veriasa
  • From Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • My profile

My Page...

Last Post...

Archive...

Links


ATOM 0.3

Powered by Blogger